HEALTHYMAN.ME – JAKARTA. Pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai salah satu upaya membatasi penyebaran virus Covid-19. Tapi pemerintah tetap memastikan beberapa kegiatan ekonomi bisa berjalan normal. 

Kini, perkantoran dibatasi hanya memperbolehkan maksimal mengisi 50% dari kapasitas kantornya. Artinya, setengah pekerja diharuskan untuk bekerja dari rumah (WFH) dan sebagian bekerja di kantor (WFO).

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, dia termasuk kelompok yang harus bekerja langsung dari kantor. Ini karena posisinya memang mengharuskan dia untuk bekerja di kantor. Sementara pekerja lain bisa bekerja di rumah.

“Di Valbury Futures, kebijakan WFO sangat ketat, jadi yang boleh WFO yang memang pekerjaan tidak bisa dikerjakan di rumah. Jadwalnya pun sudah diatur bergantian, tak lupa protokol kesehatan selalu diterapkan guna memastikan keadaan yang lebih aman,” kata Nanang kepada HEALTHYMAN.ME, Senin (15/2).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Senin (15/2): Tambah 6.462 kasus baru, jangan lupa masker

Nanang mengaku dirinya memang lebih nyaman untuk bekerja secara langsung di kantor. Karena fasilitas yang memang lebih lengkap untuk menunjang pekerjaan. Walaupun cukup khawatir, dia yakin selama dirinya dan karyawan lain mematuhi 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker), keadaan akan baik-baik saja.

Apalagi, dia bilang di Valbury Futures pengawasan dan pemberlakuan protokol kesehatan sangatlah ketat. Jadi semua karyawan harus patuh dan jika ada yang melanggar, akan mendapatkan sanksi.

“Saya juga lebih memilih membawa bekal makanan dari rumah, biar lebih aman dan menghindari sentuhan dari orang lain. Tidak lupa, penyemprotan disinfektan dilakukan ketika memasuki kantor, keluar kantor, dan hendak masuk rumah,” tambah Nanang. 

Baca Juga: Pastikan distribusi vaksin tahap kedua berjalan lancar, pemerintah gandeng swasta

Sementara analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebut kantornya sangat memperhatikan keamanan para pekerjanya. Oleh karena itu, jika pekerjaan bisa dilakukan secara daring dan dari rumah, maka karyawan tersebut tidak perlu ke kantor.

“Saya sudah WFH sejak awal pandemi hingga sekarang, karena kebetulan pekerjaan saya memang bisa dilakukan semuanya secara online. Dari sisi keamanan emang sangat baik, namun WFH kadang sedikit menghambat proses komunikasi antarkaryawan,” imbuh Faisyal.

 

Baca Juga: Penting! Ini cara pencegahan Covid-19 bagi lansia

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Senin (15/2) ada tambahan 6.462 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.223.930 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 6.792 orang sehingga menjadi sebanyak 1.032.065 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 184 orang menjadi sebanyak 33.367 orang.

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: Dilakukan bertahap, vaksinasi tahap dua akan dimulai di 7 Provinsi di Jawa-Bali

Editor: Wahyu T.Rahmawati



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *