HEALTHYMAN.ME – JAKARTA. Kuman dan bakteri bisa bersembunyi di celah terkecil di rumah. Bahkan, beberapa tempat favorit untuk mereka berkembang biak, seringkali tidak diduga-duga. 

Dilansir dari Reader’s Digest, Minggu (14/3), berikut adalah tempat-tempat dimana kuman dan bakteri tinggal dan berkembang biak di area rumahmu. 

1. Spons dapur 

Spons dapur adalah barang yang paling banyak ditinggali oleh kuman. Ketika para peneliti di USDA menguji metode umum untuk mendisinfeksi spons, yakni dengan merendamnya dalam pemutih atau jus lemon, microwave, atau mencuci di mesin pencuci piring, mereka menemukan bahwa memasukkan spons dalam microwave selama satu menit dapat menghilangkan sebagian besar kuman. 

Masukkan spons basah ke dalam microwave selama dua menit sekali sehari dan ganti sesering mungkin, yakni setiap dua minggu atau lebih sesuai kebutuhan.  

Cheryl Luptowski, Pakar Keamanan Rumah Internasional dari National Safety Foundation menambahkan bahwa kamu juga harus membersihkan serbet, handuk, dan kain dapur dengan mencuci menggunakan siklus air panas di mesin cuci pakaian dengan pemutih. 

2. Wastafel dapur 

Setelah spons, wastafel dapur adalah tempat paling banyak mengandung kuman di rumah (bahkan lebih buruk dari toilet). 

Siapkan botol semprotan pembersih, dan semprotkan ke wastafel setelah digunakan; lalu bersihkan dan bilas dengan air panas. 

3. Talenan 

Ada 200 kali lebih banyak bakteri di talenan rumah. Jumlah ini jauh lebih banyak dari rata-rata daripada kuman di dudukan toilet. 

Hal ini diungkapkan oleh penelitian oleh Charles Gerba, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Arizona, dan seorang ahli kuman rumah tangga yang terkenal secara nasional. 

Untuk membersihkannya, jalankan melalui mesin pencuci piring; semprotkan dengan cuka 5 persen, dan biarkan semalaman; panaskan dalam microwave selama 30 detik, atau usap dengan alkohol. 

3. Sikat gigi 

Simpan sikat gigi di tempat yang berjauhan dengan dudukan toilet, dengan posisi tegak, sehingga air pada bulu sikat bisa turun ke bawah dan kering. 

Jangan pernah menyimpan sikat gigi basah dalam wadah tertutup. Dan jangan biarkan bulu sikat anggota keluarga bersentuhan. Masih khawatir dengan kuman? Pertimbangkan mencelupkan ke dalam obat kumur antimikroba.   

Penelitian menunjukkan bahwa merendam sikat ke dalam obat kumur dapat membasmi kuman. Jangan menggunakan kembali cairan desinfektan atau merendam lebih dari satu sikat di dalamnya. 
Terakhir, jika kamu pernah sakit, ganti sikat gigi setelah sembuh untuk menghindari reinfeksi, atau infeksi berulang. 

4. Mesin cuci 

Ya, bahkan cucian bisa membuatmu sakit. Meski tampak bersih, mesin cuci ternyata juga menyimpan banyak kuman dan bakteri.  

“Jika kamu memasukkan sapu tangan dalam dalam satu muatan dan pakaian dalam di muatan berikutnya, (sama saja kamu telah) membuang ingus dengan pakaian dalammu,” ujar Dr Gerba. 

Jadikan sapu tangan sebagai beban terakhir, dan setidaknya sebulan sekali, jalankan siklus panas dengan cuka untuk membersihkan kuman di mesin. 
“Mengeluarkan cucian basah dari mesin cuci segera setelah siklus berakhir juga akan membantu mengurangi bau apek,” jelas Molly Maid, perusahaan pembersih rumah terkemuka. 

“Jika kamu khawatir tentang cucian setelah seseorang sakit, cara terbaik untuk membersihkan pakaian yang mungkin mengandung kuman pembawa penyakit adalah dengan mencucinya dengan air hangat menggunakan pemutih konsentrasi 10% (lebih banyak pemutih pekat 1 cangkir per galon air),” ujar Peter C. Iwen, PhD, Profesor Patologi dan Mikrobiologi di University of Nebraska Medical Center. 

5. Tirai kamar mandi 

Tirai shower menjadi basah setiap hari, dan sering kali tetap basah, menjadikannya habitat yang sempurna untuk jamur. 

6. Tempat sampah dalam ruangan 

“Berikan perhatian khusus pada tempat sampah di dapur dan kamar mandi, yang mungkin memiliki lebih banyak sampah menjijikkan daripada yang ada di kamar tidur atau ruang tamu,” ungkap Aaron Glatt, MD, juru bicara Infectious Diseases Society. 

Untuk membersihkan tempat sampah, tutupi bagian bawah dengan lapisan tipis baking powder (sekitar setengah cangkir, tetapi tergantung ukurannya) dan larutannya tetap. 

Sebarkan campuran di sekitar tempat sampah, seka semua sisi dan bilas dengan air, saran Molly Maid. 

7. Spatula 

Survei tahun 2013 menyatakan bahwa spatula karet menjadi salah satu dari sepuluh tempat paling berkuman di dapur. Para ilmuwan telah menemukan bakteri E.coli, ragi dan jamur pada spatula. 
Banyak spatula karet terdiri dari dua bagian, ujung karet terlepas dari gagangnya, dan itu berarti ada celah untuk mengumpulkan sisa makanan, dan hal itu adalah tempat ideal untuk kuman penyebab penyakit tinggal dan berkembang biak. 

Untuk spatula dua bagian, pisahkan pegangan dari bagian spatula. Jika mencuci tangan, cuci dengan air sabun panas, bilas hingga bersih dengan air bersih. Spatula logam adalah pilhan yang lebih baik daripada spatula karet. (Dian Reinis Kumampung)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “9 Tempat di Rumah yang Jadi Persembunyian Kuman”.

Editor: Anna Suci Perwitasari



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *