HEALTHYMAN.ME – JAKARTA. Warga DKI Jakarta yang positif Covid-19 diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu apa saja yang semestinya dilakukan sebelum melakukan isolasi mandiri?

Yang paling utama dan wajib dilakukan adalah, menginformasikan bahwa dirinya positif Covid-19 baik ke keluarga maupun tetangga. Informasi ini penting.

Selain untuk memudahkan tracing juga supaya lingkungan terdekat bisa membantu ketika penderita Covid-19 harus isolasi mandiri di rumah. “Informasi ini penting, dan tetangga support,” kata Ramadhan, salah satu karyawan swasta yang sempat positif Covid-19 klaster keluarga kepada HEALTHYMAN.ME, Senin (15/3).

Baca Juga: Kemenkes Arab Saudi terus memantau keamanan dan kemanjuran vaksin AstraZeneca

Bukan hanya sekadar support secara lisan. Sejak dinyatakan positif dan melakukan isolasi mandiri bersama keluarga di rumah, tetangga di sekitar rumahnya ramai-ramai menawarkan bantuan baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon. “Semua logistik, vitamin hingga kebutuhan sehari-hari disuplai tetangga,” terangnya.

Berkat bantuan tersebut, Ramadhan yang saat ini telah dinyatakan negatif bahkan merasa tidak mengalami kesulitan berarti selama melakukan isolasi mandiri. Satu-satunya duka yang dia rasakan adalah, rasa bosan karena harus tetap berada di dalam rumah.

Tapi, duka tersebut terhapus dengan support dari tetangga dan kerabat dekat lakukan. “Itu menghibur, terima kasih banyak,” imbuhnya.

Pamungkas memiliki pengalaman berbeda. Salah satu pegawai swasta ini sempat mengalami masa-masa sulit.

Dia kehilangan mertuanya akibat Covid-19. Yang membuatnya semakin berat adalah, buah hatinya yang masih balita ikut dinyatakan positif, sementara dirinya beserta istri negatif.

Bukan hal mudah untuk melakukan isolasi mandiri, terlebih bagi anak di usia tersebut. “Jadi, saya pasrah lillahi taala, saya yang mendampingi buah hati. Sedang istri pisah kamar,” jelas Pamungkas.

Dia paham, memberikan pengertian soal Covid-19 beserta protokol kesehatan bukan perkara mudah untuk anak usia tersebut. Jadi, dia menceritakan kondisinya secara terbalik.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Senin (15/3): Tambah 5.589 kasus baru, disiplin pakai masker

Pamungkas memberikan pengertian kepada buah hatinya bahwa orang di sekitarnya sedang sakit, memiliki banyak virus dan bakteri. Jadi, buah hatinya harus menggunakan masker dan mengerti saat diminta jaga jarak. Perangkat makan yang digunakan juga yang sekali pakai.

“Jadi, seolah-olah bukan dia yang sakit. Untungnya, dia enggak rewel,” kata Pamungkas.

Saat ini, buah hatinya yang sempat menjadi orang tanpa gejala (OTG) sudah dinyatakan sembuh. Pamungkas bersama anggota keluarga lainnya juga tidak terpapar Covid-19 selama mendampingi buah hatinya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *