HEALTHYMAN.ME – JAKARTA. Upaya penanganan pandemi virus corona (Covid-19) masih terus dilakukan oleh pemerintah. Terutama untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian pasien Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan donor plasma konvalesen.

Indonesia menggelar Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen. Hal itu dipelopori oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Filosofi di balik gerakan ini adalah bentuk rasa syukur pasien yang sudah sembuh dengan membantu meringankan beban orang yang sedang sakit, yang harapannya menjadi kebaikan tanpa putus,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat dihubungi HEALTHYMAN.ME, Rabu (17/3).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (17/3): Tambah 6.825 kasus baru, disiplin pakai masker

Wiku menjelaskan plasma konvalesen adalah penggunaan cairan plasma darah mengandung antibodi SARS-CoV-2 yang berasal dari penyintas. Hal itu dilakukan sebagai pengobatan bagi pasien Covid-19.

Wiku menyebut sejumlah penelitian telah membuktikan manfaat dari cairan plasma konvalesen. Antara lain meningkatkan jumlah antibodi dan menurunkan jumlah virus pada pasien Covid-19.

Selain itu cairan plasma konvalesen juga bermanfaat untuk pemulihan yang lebih cepat pada pasien dengan gejala berat. Cairan plasma konvalesen juga dimanfaatkan untuk menurunkan risiko pasien gejala ringan untuk mengalami gangguan pernapasan berat.

“Tujuan utamanya ialah meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian pasien Covid-19,” terang Wiku.

Baca Juga: Jangan lakukan hal ini sebelum disuntik vaksin Covid-19

Wiku menjelaskan bahwa calon pendonor cairan plasma konvalesen dapat melalui plasmakonvalesen.covid19.go.id atau menghubungi call center 117 ext 5.

Sebagai informasi berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, terdapat 1,43 juta kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari angka tersebut sebanyak 1,26 juta kasus sembuh dan 38.915 kasus meninggal dunia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *